Apakah Tuhan ada?

monty python's god

Apa yg buat kita yakin kalau Sinterklas tidak ada, Nyi Roro Kidul tidak ada?

Lalu kenapa kita bisa yakin bahwa Tuhan, khususnya Allah atau Yahweh (tergantung agama kita Islam atau Kristen) ada?

Kenapa “Tuhan” adalah Tuhan pribadi, yg bisa ambil keputusan dan punya kepribadian mirip manusia, punya perasaan spt manusia (marah, sedih, jealous, senang)? Kenapa kita bisa tahu pasti bahwa Tuhan punya kepribadian spt tertera pd kitab tertentu?

Lalu kalau seandainya Tuhan bukan pribadi, melainkan “alam”, “hukum alam”, dsb, kenapa kita masih sebut dengan nama “Tuhan”?

Kita tidak bisa buktikan bahwa Tuhan tidak ada, sama seperti kita tidak bisa buktikan Sinterklas dan Nyi Roro Kidul tidak ada. Tapi kita cukup yakin bahwa Sinterklas, Nyi Roro Kidul, dan Gatotkaca tidak ada, tanpa kita perlu membuktikan mereka tidak ada kan?

Beban pembuktian terletak pada mereka yg menyatakan bahwa suatu makhluk atau fenomena itu ada. Selama tidak ada bukti untuk peri gigi, dewi padi, maka sewajarnya kita tidak percaya keberadaannya. Hal yg sama berlaku untuk Tuhan/ Allah.

Kenapa babi itu haram?

Banyak orang yg menjawab: “babi dilarang karena itu merupakan perintah Allah“.

Apakah perintah Allah tidak memerlukan alasan sebelum kita mematuhinya?.

Pembuat bom Bali (2x), dan pembajak pesawat terbang yg menabrakkan pesawat ke WTC dan membunuh ribuan orang, juga menggunakan alasan yg sama, karena itu semua perintah Allah. Bagaimana jika anda percaya “Allah” yg salah, bagaimana bila ternyata Hindu yg benar? (umat Hindu dilarang makan sapi karena mereka percaya bahwa sapi adalah hewan suci). Apakah anda masih akan makan sapi?.

Kita adalah masyarakat demokrasi di mana tiap aturan harus memiliki alasan yg kuat sebelum dipatuhi. Tiap aturan bisa kita pertanyakan/ diskusikan. Bila memang berguna maka ya kita patuhi, bila tidak berguna ya tidak perlu. Kita selalu mempertanyakan aturan2 pemerintah, kenapa tidak pernah mempertanyakan larangan makan Babi?.

Tuhan sebagai Pengarang Buku

Bgmn entitas yg bukan manusia mengarang buku dgn bahasa manusia? (Tuhan mendiktekan kata2 pada muhammad dalam bhs Arab?).

Perlu diperhatikan bhw Allah memberikan (mewahyukan) Qur’an dlm bhs Arab pada orang Arab, Yahweh mewahyukan Alkitab dlm bhs ibrani pada umat Israel, dewa2 Hindu menginspirasikan ajarah Hindu dalam bhs Sanskrit, dan berbagai kepercayaan Cina ditulis dalam teks2 berbahasa Cina.

Terasa nggak ada sesuatu yg mencurigakan di sini?.

Apakah umat Islam benar & yg lain salah?. Apakah orang Cina benar dan umat Islam & Kristen yg salah?. Atau apakah masing2 penduduk menulis sendiri mengenai Tuhan mereka masing2 dgn budaya mereka sendiri-sendiri & pengetahuan mereka yg terbatas pd jaman tsb?