Pemukulan oleh FPI: Masalah Kekerasan, bukan masalah Ahmaddiyah

Pemukulan di Monas yg dilakukan oleh FPI terhadap AKKBB adalah masalah penggunaan kekerasan, bukan masalah Ahmaddiyah itu benar/ salah. Meski seandainya tujuan FPI benar pun, tindakan pemukulan tersebut tetap salah. Tidak jadi soal siapa dan apa tujuan pelakunya (entah FPI/ AKKBB) tindakan yg berbau kekerasan / terorisme adalah salah.

Kita hidup di jaman modern di mana menyampaikan pendapat / menyelesaikan perbedaan pendapat dapat diselesaikan dengan jalan damai, bukan dengan peperangan seperti jaman abad pertengahan dulu. Kesatuan negara dan perdamaian di indonesia jadi taruhannya.

Advertisements

Ahmaddiyah, fenomena perpecahan agama

Perpecahan suatu agama menjadi berbagai aliran adalah sesuatu yg normal dan sudah terjadi dari dulu. Kristen dulunya adalah aliran perpecahan dari agama Yahudi yg percaya bhw Yesus adalah Tuhan (mesias). Islam didirikan abad ke 7 di dunia Arab oleh nabi Muhammad yg berusaha menerapkan Tuhan ala Yahudi ke dalam budaya Arab, dari cerita Adam dan Hawa, Abraham/Abram, Musa, semua diambil dari cerita Yahudi yg sudah ditulis seribu tahun sebelum Qur’an ditulis. Kristen kemudian pecah jadi Katolik dan Protestan, yg kemudian pecah lagi kecil2 jd berbagai aliran. Islam jg memiliki aliran2 spt Sunni, Syiah, dsb. Perbedaan antar aliran tsb bisa kecil dan masih memungkinkan aliran tsb hidup damai satu sm lain, tapi bisa juga cukup besar sampai akhirnya aliran tsb mendeklarasikan diri sbg agama baru.

Sekarang bagaimana dgn Ahmaddiyah?. Ahmaddiyah tentunya bagian dari fenomena universal ini. Agama selalu cenderung berubah dan pecah jd aliran2 lebih kecil. Manusia selalu memiliki pendapat pribadi yg berbeda2, sifat karakter yg berbeda2, dan budaya yg berbeda pula. Dan argumen untuk pro-agama tertentu selalu berdasarkan pd pendapat pribadi.

Karena itulah, akan selalu ada aliran yg muncul dan memisahkan diri dari aliran utama Islam, seperti Ahmaddiyah. Islam mayoritas tentunya memberikan reaksi pertahanan untuk mencegah umatnya pindah aliran ke Ahmaddiyah, karena itulah Ahmaddiyah dibilang sesat, menyebarkan kebohongan, dsb. Bila hari ini umat Islam di Indonesia begitu antipati terhadap Ahmaddiyah, bagaimana sikap umat Islam terhadap agama lain di masa mendatang?

Dalam suatu negara Indonesia yg mendasarkan hukum dan pemerintahannya pada agama, perang antar agama tentunya adalah sesuatu yg tidak bisa dihindarkan. Kecuali kita melakukan sesuatu untuk mencegahnya, menghilangkan sama sekali campur tangan pemerintah dalam agama di Indonesia.