Mengenai Blog ini

Blog ini adalah catatan dari berbagai tulisan saya pribadi, Karl Karnadi, maupun terjemahan dari tulisan orang lain.

In The News

Personal Sites

Articles written

in English:

in Bahasa Indonesia

Website(s)

15 comments on “Mengenai Blog ini

  1. sayapbarat says:

    Nice blog, Karl.. Tapi kok jarang di update ya? Tulisan-tulisan kamu di milis bagus loh..

  2. freedomthink says:

    i’m new comer.. freedomthink dan pemikir bebas,,nama yang hampir sama..semoga bisa diskusi banyak..

  3. Gee says:

    Aku mencoba menjadi atheis. Aku menggunakan otak yang tak dapat kulihat tapi aku percaya bahwa aku punya otak. Aku punya mata yang menjadi standar ku untuk menganalisa. Tetapi aku tak pernah bisa melihat mataku. Aku lihat kaca dan percaya pada kaca bahwa aku punya mata. Aku ingin bebas namun diikat gravitasi yang aku percaya ada. I am trying to be an atheis…can you help me

  4. Karl Karnadi says:

    @Gee: Help you? Baca saja blog ini, this blog helps.

  5. Gee says:

    Karl, apakah “tuhan” itu tidak ada atau sangat kecil kemungkinan “tuhan” itu ada? Dalam tuliasn Anda mengatakan demikian. Terus terang saya bingung. tuhan itu ada atau kecil kemungkinannya ada? thanks

  6. Karl Karnadi says:

    @Gee: Keberadaan Tuhan sama seperti keberadaan Zeus, Nyi Roro Kidul, Sinterklas, dan tokoh2 legenda lainnya. Kita tidak bisa buktikan keberadaan/ ketidakberadaannya, tetapi kita bisa hidup dgn asumsi bahwa dia tidak ada, sama seperti kita hidup dgn asumsi bahwa Sinterklas, Nyi Roro Kidul, dll tidak ada.

  7. Karl Karnadi says:

    Sebelum menggunakan istilah atheist atau ateisme baca dulu pengertiannya di http://id.wikipedia.org/wiki/Ateisme .

    Anda juga harus mengerti bahwa kita tidak hanya ‘percaya’ saja keberadaan otak, mata, dan gravitasi, kita ‘tahu’ itu ada, itu semua hasil dari pengamatan dan penelitian sains dari ratusan tahun yg lalu. Sama seperti kita bukan hanya ‘percaya’ bahwa bumi itu bulat dan bukan datar, kita ‘tahu’ itu benar.

  8. Gee says:

    Thanks Karl 4 your explanation.

  9. paulo miguel says:

    up date terus Karl, nice blog !

  10. Salam kenal. Mungkin kalo ada waktu luang bisa berkunjung ke blog saya yah… Mo kasih tanggapan kok ga bisa yah? Terimakasih.

  11. Abas Hasan says:

    Kalau boleh membandingkan Agama VS Sains itu sama dengan Panah VS Nuklir (kuno vs modern). Pada jaman dahulu senjata panah merupakan senjata yg sangat hebat karena bisa menyerang musuh dari jarak jauh sehingga Si Pemanah relatif aman dari aksi balasan musuh yg memegang pedang, golok,& sejenisnya. Makanya kebanyakan Para Pemanah itu menjadi Pasukan Elit pada waktu itu. Sama halnya dengan agama, kemunculan agama sangat disambut antusias oleh masyarakat waktu itu. Agama menawarkan “sesuatu yg dibutuhkan” yg tidak dimiliki atau mengisi “kekosongan/celah” dari kebudayaan sebelumnya. Makanya agama menjadi sesuatu yg “hebat” pada saat itu. Bersambung…..

  12. Abas Hasan says:

    Kembali ke masalah Panah.
    Seiring dengan berkembangnya pengetahuan manusia maka sistem persenjataan pun ikut berkembang. Mungkin senjata paling hebat saat ini adalah Nuklir. Oleh sebab itu senjata panah tidak lagi menjadi pilihan sebagian besar pasukan di dunia ini karena tampak kuno & tidak efektif. Berarti panah tidak digunakan lagi? Tidak juga, terakhir kali saya lihat panah masih digunakan oleh suku2 primitif di Papua untuk berperang. Singkat cerita,ibarat agama = panah & sains = nuklir jika diadu sudah pasti nuklir akan menang secara mutlak. Bersambung….

  13. Abas Hasan says:

    Walaupun panah itu dipasangi sensor penjejak panas atau infra merah, diberi prosesor intel inside, diprogram secara auto-pilot, ditamengi dengan teknologi siluman,dsb. pada akhirnya tetap saja itu panah2 juga, bagaimanapun tidak bisa menandingi nuklir. Hal itulah yg dilakukan oleh para Agamawan saat ini dengan mengajarkan Agama melalui Metode Pengajaran Modern. Sepertinya sia2 yg dilakukan oleh para agamawan tsb. Tidak juga, karena masih banyak ORANG PRIMITIF atau setidaknya ORANG MODERN YG MEMILIKI SISA2 PEMIKIRAN PRIMITIF di muka bumi ini yg dengan begitu saja menerima agama secara “apa adanya”. Itulah penjelasan kenapa agama masih ada sampai sekarang.

  14. WR says:

    Lanjutkan….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s