Egosentrisme Manusia

Salah satu masalah dalam pemikiran kita adalah egosentrisme. Kita cenderung memikirkan sesuatu secara sempit dari sudut pandang kita. Salah satu contoh ekstrem adalah egosentrisme manusia sbg spesies.

Egosentrisme manusia.

Manusia merasa sebagai makhluk istimewa yg diciptakan pertama kali dan satu2nya. Di mana makhluk lain, matahari bulan bintang dan keseluruhan alam semesta, hanya berperan sebagai dekorasi. Di mana gunung laut bunga2 indah dianggap hanya bertujuan sebagai penghibur mata manusia. Lebih dari sebagai spesies, bahkan manusia memiliki egosentrisme nya sendiri2 sebagai kelompok masyarakat dengan budaya, dan agama tertentu.

Egosentrisme agama.

Tiap agama menjadi sarana implementasi dari egosentrisme manusia pada budaya, daerah, dan kelompok masyarakat tertentu. Sebagai contoh, agama2 besar di dunia saat ini dimulai oleh Yahudi. Yahudi percaya bahwa mereka adalah masyarakat pilihan Tuhan, keturunan langsung (dan satu2nya?) dari manusia pertama. Kristen mengadopsi agama tsb dengan menambahkan Yesus sebagai mesias, dan memperluas definisi masyarakat pilihan Tuhan (menyertakan juga non-yahudi). Islam baru mengadopsi kepercayaan yg sama 7 abad setelah kristen, dengan penyesuaian pada adat arab, dan hukum2 yg keras.

Tiap agama adalah hasil dari implementasi egosentrisme manusia dalam budaya dan kelompok masyarakat tertentu. Islam pada budaya Arab. Kristen dan Yahudi pada budaya Israel. Mesir kuno dengan dewi Osirisnya. Bahkan Indonesia pun memiliki versi egosentrisme agamanya sendiri, spt Kejawen.

Gambar dari Hubble Ultra Deep Field. Tiap titik adalah satu Galaxy yg terdiri dari milyaran bintang, matahari kita adalah salah satunya.

Bila kita melihat betapa bervariasinya makhluk hidup di bumi, planet2 di tata surya, matahari di antara trilliunan bintang2 yang lain di galaksi kita, galaksi bima sakti di antara ribuan galaksi yg lain, apakah pantas bila kita memandang dunia hanya dari mata kita saja?.

2 comments on “Egosentrisme Manusia

  1. lovepassword says:

    Ada pepatah rumput di kebun tetangga lebih hijau. Rasanya kok jadi berlawanan dengan ide egosentrisme yah ?

    Egosentrisme ya kadang2 ada, kadang2 tidak. Dan memang bisa jadi masalah kalo kebangeten.

    apakah pantas bila kita memandang dunia hanya dari mata kita saja?. Yah mungkin memang karena keterbatasan manusia. Melihat lewat sisi lain boleh juga idenya.

    Tiap agama adalah hasil dari implementasi egosentrisme manusia? Itu juga masih mungkin saja. Tapi itu masih belum bisa menjelaskan darimanakah asal muasalnya konsep Tuhan? Manusia yang tidak Maha – menemukan konsep Tuhan yang Maha. Tuhan adalah konsep yang tidak bisa dijumpai dari pengalaman lahir manusia.

    Anda punya ide untuk menjelaskan ini Mister Karnadi ?

  2. Karl Karnadi says:

    Kenapa saya harus menjelaskan sesuatu yg saya tidak percaya keberadaannya?.

    Anda tahu Tuhan dari mana?. Alkitab?. Qur’an?.

Comments are closed.