Evolusi: Acak vs Tidak Acak (analogi)

Bayangkan pembobol bank yg berusaha mendapatkan kombinasi dari pintu besi tempat uang tsb disimpan. Anggap saja kombinasi yg ingin didapatkan adalah “6789”. Tiap digit dapat terisi oleh angka 0 sampai 9.

I. Acak
Bila ia mencoba satu2 kombinasi yg mungkin dari 0000 sampai 9999 maka maksimal kemungkinan yang ada adalah 10 x 10 x 10 x 10. Bila anda mencoba2 secara acak kombinasi tersebut tentunya waktu yg dibutuhkan sangatlah besar. Inilah yang disebut2 oleh kreasionis sebagai kemustahilan dari evolusi. Dengan acak saja kita tidak bisa mendapatkan suatu kombinasi yg cocok (atau dalam evolusi: kombinasi dna yg sesuai dengan alam).

II. Tidak Acak (acak + seleksi)
Yang terjadi di kasus ini adalah pintu besi tersebut cukup jelek shg ada cue (petunjuk) yg bisa digunakan oleh pembobol bank tsb. Ia mulai dari digit pertama (paling kiri). Ia mencoba digit pertama dgn acak (misal angka 3, kemudian 7, dsb). Bila pilihan angka pada digit itu benar (angka 6) maka pintu besi itu terbuka sedikit dan ada uang sedikit yg keluar dari situ. Kemudian dia melanjutkan dgn digit ke dua. Pd saat digit ke dua benar maka semakin banyak uang yg keluar dari pintu tsb. Demikian pula dgn digit ke 3 dan ke 4. Pd saat ke 4 digit benar maka jackpot!, dia akan mendapatkan uang yang banyak. Maksimal percobaan kombinasi keseluruhan adalah 10 + 10 + 10 + 10. Pembobol bank dapat dengan mudah dan relatif cepat menemukan 4 digit kombinasi tersebut, bahkan jumlah digit yang lebih besar.

Evolusi darwinian bekerja seperti poin II di atas ini. Mutasi DNA bekerja secara bertahap (per digit dalam analogi di atas). Seleksi alam memastikan bahwa hanya dna spesies2 tertentu yang bertahan hidup (mendapat uang dalam contoh di atas).

Karena itulah segala tulisan mengenai evolusi yang tidak menjelaskan peran “seleksi alam” di dalamnya adalah tidak benar, tulisan2 tsb menganggap evolusi seperti poin I di atas (murni acak), meski kenyataannya adalah tidak demikian (acak + seleksi).

6 comments on “Evolusi: Acak vs Tidak Acak (analogi)

  1. lovepassword says:

    Intinya bisa dimengerti tapi analogi yang dipake tidak sesuai realitas.

  2. Karl Karnadi says:

    Di mana tidak sesuainya?. Anda sudah membaca penjelasan saya di alinea ke 2 dari bawah?. Ataukah anda bilang tidak sesuai karena tidak sesuai dgn kitab suci dan ajaran agama yg anda percayai?.

  3. sayapbarat says:

    di blog aku juga ada tentang selective random itu dengan analogi permainan kartu.. (walau aku benci penggunaan analogi untuk ranah science). Aku menggunakan analogi tersebut untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan selective random dan mempermudah orang2 yang tidak mengerti tentang selective random itu..

  4. lovepassword says:

    Tidak sesuainya dimana ? Kalo menurutku sih soulnya kurang karena kisahnya kurang realistis dan dekat dengan kita.

    Ia mencoba digit pertama dgn acak (misal angka 3, kemudian 7, dsb). Bila pilihan angka pada digit itu benar (angka 6) maka pintu besi itu terbuka sedikit dan ada uang sedikit yg keluar dari situ. Kemudian dia melanjutkan dgn digit ke dua. Pd saat digit ke dua benar maka semakin banyak uang yg keluar dari pintu tsb.

    Saya tidak tahu apakah memang ada pintu besi yang bisa terbuka sedikit2 seperti itu. Kalo ada mungkin saya yang bodoh. Kalo tidak ada, biarpun saya paham logika anda, analogi anda biarpun bisa dimengerti maka terasa jadi kurang realistis dong.

    Masalah apakah evolusi bertentangan dengan agama? Secara tekstual tidak ada hubungan antara evolusi dengan agama. Teori penciptaan dalam agama juga masih multitafsir serta teori evolusi sendiri juga masih terus berkembang. Bagaimana endingnya…..hanya Tuhan yang tahu. Hi Hi hi.

    SALAM BOS…
    See you.

    Eh anda itu itu adminnya atheis indonesia wiki ya ? Temennya Daeng fatah ?

  5. Karl Karnadi says:

    Memang pintu besi sejelek itu tidak ada tentunya, tapi anda tetap menangkap apa yg saya maksud. Anda bisa bilang analogi tsb kurang bagus/ realistis tetapi tentu anda tidak bisa bilang “tidak sesuai”. Analogi tsb tetap bisa berfungsi untuk menjelaskan konsep dna dalam evolusi.

  6. lovepassword says:

    Saya sudah bilang kalo intinya bisa saya mengerti. Yang jelek kan analoginya. Hi Hi hi.
    Saya kan tidak bilang analoginya tidak sesuai. Yang saya bilang analogi itu tidak sesuai realitas. Betul kan ? Secara realitas kan nggak ada pintu besi sejelek itu. Hiks

    SALAM BOS

Comments are closed.