Otak dan Roh: Misteri Kehidupan

I. Apakah anda pernah ingin tahu dan penasaran, kenapa kadang pada orang2 yang baru mengalami sakit kanker otak atau stroke, mereka tiba2 memiliki „roh“ yg berbeda?. Tiba2 emosi mereka tidak terkontrol. Mereka begitu banyak mengeluarkan kata makian yg kasar, sampai biasanya keluarganya sampai malu dan melarang orang lain untuk mengunjungi si pasien.

„Roh“ adalah personifikasi dari hasil kerja otak. Pada pasien2 tsb bagian otak depan mereka (frontal lobe) tidak berfungsi dengan baik disebabkan oleh sakit yg dideritanya. Bagian otak tersebutlah yg mengontrol emosi kita, mencegah kita untuk marah berlebihan dan merusak barang2 di sekitar atau melukai orang2 di sekitar. Pada saat frontal lobe anda tidak berfungsi dgn baik, sebagian dari „roh“ anda seolah2 hilang dari anda.

Apa yg terjadi dgn „roh“ kita pada saat kita meninggal dan seluruh bagian otak tidak berfungsi?

II. Di bawah ini 5 contoh kasus di mana penjelasan dgn “roh” sebagai entitas supernatural susah utk diterapkan:

1). Dari bayi jd dewasa sifat2 & karakteristik orang perlahan2 berkembang, apakah rohnya perlahan2 masuk?, atau otaknya lah yg berkembang?. Penjelasan yg terakhirlah yg tentu lebih akurat dan scientific.

2). Pada sebagian orang tua, memori mulai lemah (orang tua jd pikun), dan kemudian sifat2 atau kemampuan berpikir pun bisa melemah (susah nyambung, kembali lg menjadi spt anak2, dsb). Tentu saja anda susah menjelaskannya dgn menggunakan kata “roh”. Otak dari orang2 usia tua tsb mulai melemah (spt juga organ2 tubuhnya yg lain), sehingga memori dan sifat2 mulai berubah mirip spt anak kecil lg.

3). Pada orang cacat mental (idiot/ IQ rendah), apakah roh mereka hilang?, atau hanya ada separuh?. Tentunya otak mereka lah yg tidak normal, ntah dari lahir begitu (genetik), atau kadang juga akibat dari penyakit tertentu (penyakit panas tinggi wkt bayi).

4). Pada orang gila ntah karena stres berlebih (depresi kronik), atau terlahir gila (genetik), bagian tertentu dari otak mereka tidak berfungsi dgn semestinya. Karena itulah mereka disebut gila, tidak spt manusia normal.

5). Penelitian otak jmn sekarang banyak menggunakan pasien yg otaknya bagian tertentu rusak/ tidak berfungsi normal. Pasien epilepsi, pasien kanker otak, dsb. Pd pasien tsb bagian otak tertentu rusak (bisa terlihat lewat x-ray), dan karakter tertentu mereka hilang/ berubah. Misalkan: orang2 yg mengalami kerusakan pada frontal lobe nya (otak depan) akan kehilangan kontrol emosi, bisa marah luar biasa tanpa bisa mengontrol diri sendiri.

4 comments on “Otak dan Roh: Misteri Kehidupan

  1. alex says:

    Apakah anda sudah mengetahui apa itu Roh ?
    Kalau belum, pelajari dulu segala sesuatu tentang Roh dengan benar, baru anda bisa menganalisanya. Karena, bagaimana mungkin kita bisa menganalisa sesuatu yang tidak pernah kita lihat ? Jangan berasumsi. Buktikan dulu secara ilmiah.
    Roh sama sekali tidak termasuk entitas supranatural. Sama seperti udara, tidak terlihat (dari sudut pandang tertentu) tapi bisa dibuktikan (dari sudut ilmiah tertentu).
    Saran saya :
    Bidang Pengetahuan begitu luas, pelajari satu per satu (bila perlu secara ilmiah), sangat menarik, saya yakin anda akan menemukan jawabannya kelak (bila anda giat mencarinya).

  2. Karl Karnadi says:

    Saya tahu sedikit mengenai otak. Dan di atas itu penjelasan mengenai otak, aktor sebenarnya dari yg anda sebut sebagai roh. Silahkan saja anda tanggapi argumen di artikel saya di atas, atau anda kasi bukti2 keberadaan roh secara ilmiah (spt kata anda ada bukti2 ilmiah dari roh).

  3. alex says:

    Menurut saya, justru sebaliknya. Roh adalah aktor sebenarnya dari eksistensi otak. Otak lebih sebagai adegan suatu script dari suatu peran yang diberikan oleh Roh. Scriptnya sendiri dipegang oleh jiwa ( waduh, tambah ruwet aja ya ?). Baiklah, saya akan coba menanggapi satu per satu artikel anda tersebut.

    1. Secara pengamatan fisik, anda benar. Otak yang berkembang, lalu sifat dan karakteristiknya berkembang juga ( sesuai dengan lingkungannya ). Namun eksistensi Roh telah ada, bahkan jauh sebelum otak itu terbentuk. Anda dapat mencobanya dengan melakukan hipnoterapi ( pada level tertentu ), pada saat terhipnotis total ( sampai ke tingkatan jiwa ). Sebagai contoh : anda akan ingat persis, bagaimana situasi pada saat anda baru dilahirkan (bila perlu, saat anda masih di dalam kandungan). Bagaimana mungkin ? Bukankah pada saat itu otak kita belum berkembang sama sekali ? Betul. Itulah sebabnya, mengapa saya mengatakan Roh itu telah ada jauh sebelum otak terbentuk. Pada saat terhipnotis total, otak anda beristirahat total juga, maka muncullah kesadaran anda yang lain, yang mengetahui segala sesuatu lebih lengkap dan mendetail dari pada kesadaran fisik (otak).

    2. Itu pun betul sekali ( dari pengamatan fisik ), sebab semua mahluk hidup ( secara fisik ) akan terikat dengan hukum alam, lahir – hidup – mati, tumbuh – berkembang – layu, dst. Secara fifik, otak perlu asupan gizi juga. Yang tidak diketahui oleh sebagian orang, ternyata otak perlu asupan energi juga (sebagaimana tubuh fifik ini tidak hanya perlu makanan saja, tapi perlu olahraga juga kan ?). Semakin rajin kita berolahraga (mendaur ulang energi), semakin sehat dan awet tubuh kita ( teorinya begitu bukan?). Demikian pula otak, bila hanya diberikan gizi lewat makanan saja – pada saat tuanya – ia akan pikun, seperti anak kecil, dll.
    Betul yang anda katakan, pada sebagian orang tua gejala2 tersebut terlihat dengan jelas. Sebagian lainnya terlihat sedikit. Dan sebagian lainnya tidak mengalami gejala2 tersebut sama sekali. Dari contoh2 tersebut justru kita bisa melihat, mana otak yang telah diberi energi, mana yang tidak.
    Lebih jauh lagi akan ada istilah MEMORY OTAK dan MEMORY ROH. Yang menjadi masalah bagi kebanyakan orang, bagaimana cara memberikan energi pada otak?

    3. Menurut saya, tulisan no.3 ini juga benar, kecuali dugaan bahwa Roh mereka hilang atau hanya separuh. Roh mereka tidak terpengaruh sama sekali. Coba anda hilangkan dahulu asumsi anda, bahwa Roh itu merupakan bagian dari otak, karena untuk mencapai asumsi seperti ini, anda sendiri belum melakukan percobaan pembuktiannya kan? Jadi sementara ini anda anggap saja Roh ( sebagai suatu ketidak eksisan – secara fisik ) tidak berhubungan sama sekali dengan otak ( yang eksis, secara fisik ).
    Jadi, benarlah bahwa kemungkinan penyebabnya faktor genetik atau disebabkan penyakit tertentu. Sedangkan Roh ? Tidak terpengaruh sedikitpun, tetap tenang dan damai di ‘tempatnya’.

    Maaf, setelah saya pertimbangkan lagi, ada baiknya anda mencari buku berjudul Rahasia Kecerdasan Spiritual ( kalau saya tidak salah ), karangan Dr. Ir. Winarno Darmoyuwono MSi. Di buku tersebut segala pertanyaan anda terjelaskan dengan sangat lengkap, melebihi dari yang ditanyakan.

    Maafkan saya, bukan berarti saya tidak mau berbagi, namun dalam hal ini ada cara yang menurut saya lebih praktis dan akurat, mengapa tidak dicoba dulu. Iya kan ?

    Semoga berhasil.

  4. Karl Karnadi says:

    1. Roh sudah ada sebelum otak ada?, kapan?, waktu masih embrio?. atau di tiap sperma?.
    2. Memori otak dan memori roh, keberadaannya perlu dibuktikan dahulu. Hipnotis tidak bisa mengembalikan suatu ingatan, tetapi bisa menanamkan ingatan tertentu pada seseorang.
    3, 4, dan 5. (sebenarnya sama) Dan ini bukti hubungan antara otak dan pribadi seseorang. Otak bagian tertentu rusak = pribadi seseorang berubah. Amnesia adalah contoh kuat hubungan otak dan memori. Kemudian frontal lobe yg sudah saya sebutkan. Masih banyak contoh lainnya. Bahkan anda bisa mengenali wajah, bentuk, emosi, warna, semua karena otak bagian tertentu.

    Pandangan bahwa ada roh yg terpisah dari tubuh (kita sekarang tahu: otak) berasal dari Descartes, dinamakan dualisme. Faktanya tubuh mempengaruhi pikiran, dan sebaliknya pikiran mempengaruhi tubuh. Paham dualisme Descartes tsb gagal karena tidak sanggup menjelaskan bgmn (dan di mana) terjadinya INTERAKSI antara tubuh dan pikiran tsb (body and mind).

Comments are closed.