Ahmaddiyah, fenomena perpecahan agama

Perpecahan suatu agama menjadi berbagai aliran adalah sesuatu yg normal dan sudah terjadi dari dulu. Kristen dulunya adalah aliran perpecahan dari agama Yahudi yg percaya bhw Yesus adalah Tuhan (mesias). Islam didirikan abad ke 7 di dunia Arab oleh nabi Muhammad yg berusaha menerapkan Tuhan ala Yahudi ke dalam budaya Arab, dari cerita Adam dan Hawa, Abraham/Abram, Musa, semua diambil dari cerita Yahudi yg sudah ditulis seribu tahun sebelum Qur’an ditulis. Kristen kemudian pecah jadi Katolik dan Protestan, yg kemudian pecah lagi kecil2 jd berbagai aliran. Islam jg memiliki aliran2 spt Sunni, Syiah, dsb. Perbedaan antar aliran tsb bisa kecil dan masih memungkinkan aliran tsb hidup damai satu sm lain, tapi bisa juga cukup besar sampai akhirnya aliran tsb mendeklarasikan diri sbg agama baru.

Sekarang bagaimana dgn Ahmaddiyah?. Ahmaddiyah tentunya bagian dari fenomena universal ini. Agama selalu cenderung berubah dan pecah jd aliran2 lebih kecil. Manusia selalu memiliki pendapat pribadi yg berbeda2, sifat karakter yg berbeda2, dan budaya yg berbeda pula. Dan argumen untuk pro-agama tertentu selalu berdasarkan pd pendapat pribadi.

Karena itulah, akan selalu ada aliran yg muncul dan memisahkan diri dari aliran utama Islam, seperti Ahmaddiyah. Islam mayoritas tentunya memberikan reaksi pertahanan untuk mencegah umatnya pindah aliran ke Ahmaddiyah, karena itulah Ahmaddiyah dibilang sesat, menyebarkan kebohongan, dsb. Bila hari ini umat Islam di Indonesia begitu antipati terhadap Ahmaddiyah, bagaimana sikap umat Islam terhadap agama lain di masa mendatang?

Dalam suatu negara Indonesia yg mendasarkan hukum dan pemerintahannya pada agama, perang antar agama tentunya adalah sesuatu yg tidak bisa dihindarkan. Kecuali kita melakukan sesuatu untuk mencegahnya, menghilangkan sama sekali campur tangan pemerintah dalam agama di Indonesia.

7 comments on “Ahmaddiyah, fenomena perpecahan agama

  1. azwar_anas says:

    pemikir bebas yo bebas mikir aye..
    mikir opo yo sah aje..itu menurut elu…

  2. Karl Karnadi says:

    Terima kasih atas commentnya, benar sekali, yg saya tulis tentunya hasil pikiran saya, dan tentunya hal ini juga layak untuk diperbincangkan dan dipikirkan orang lain secara bebas.

  3. Klo banyak yang berpikiran bahwa semua agama adalah benar maka buat apa anda hidup jika tidak untuk menyembah Tuhan yang benar adanya.

    maka agama Islam memiliki doktrin bahawa Islam adalah yang tertinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam. maka ketika ada yang aliran sesat dan menyesatkan umat islam maka agama islam mempunyai metode memecahakan masalah tersebut seperti halnya kasus Ahmadiyah yang jelas merupakan pencakokan virus di tubuh umat Islam oleh agen Inggris di india dan sekarang mulai menyebar di Indonesia.

    boleh bebas asal jangan menyakiti uamt Islam,

    Bebaslah memeluk agama lain selama tidak mengganggu umat Islam,

  4. Karl Karnadi says:

    Jadi bagaimana anda bisa tau yg mana Tuhan yg benar?.

    Kenapa harus merasa tersakiti / terganggu pd saat orang lain beribadah dengan kepercayaannya sendiri2?. Apakah anda merasa tidak aman dengan doktrin anda sehingga begitu takutnya terpengaruh doktrin lain?.

    Mungkin karena anda tidak memiliki alasan kuat untuk mempercayai doktrin2 islam dan qur’an, tidak ada bukti pendukung, hanya mengandalkan iman buta.

  5. lovepassword says:

    Intinya itu kan sebenarya rebutan umat bang.
    Masalahnya dalam agama sendiri memang ada ayat-ayat yang bisa disalah artikan termasuk dalam acara dakwah ,misinary dan sebagainya.

    Di dalam Islam dan juga Kristen ( Yahudi juga mungkin) ada ayat yang meminta manusia untuk menyebarkan agama. Agama yang benar tentu saja.
    Kewajiban ini masuk dalam kewajiban sosial. Dosanya juga berbau sosial juga. Artinya : Harus ada orang yang melakukan itu mewakili kaumnya. Kalau tidak ada yang melakukan maka dianggap seluruh kelompok melakukan dosa sosial.

    Gambaran yang sering diambil : Kalau ada satu umat yang melubangi satu perahu dibiarkan saja , maka orang satu perahu akan tenggelam.

    Itulah makanya timbul reaksi keras atas ajaran agama yang dianggap sesat.Timbul bentrokan saat penyebaran agama dsb.

    Tetapi harus diingat juga bang. Dalam agama baik Islam, Kristen ada ayat yang membatasi atau memberi rambu-rambu. Misalya saja : Tidak ada paksaan dalam beragama.

    Hanya saja dikelompok garis geras. Perintah “menyebarkan kebenaran”lebih mereka tekankan.

    SAYA Rasa begitu latar belakangnya Bang

    SALAM

  6. lovepassword says:

    Inti dari toleransi kan sebenarnya sederhana ssaja.

    Pihak yang satu berusaha tidak mengganggu
    sedangkan pihak yang satu lagi berusaha tidak merasa mudah terganggu.

    Yang repot adalah kalau memang ada yang memprovokasi
    Atau ada pihak yang demikian sensitif sehingga sedikit-sedikit merasa terganggu

    Saya rasa gicu Bang

  7. kosongan says:

    ^^ ikutan ahhh hhehe toleransi ya ^^ kayaknya itu kata yang cukup unik ^^
    masalah garis keras ……. menurut ku setelah beberapa pembicaraan ama love
    aku merasa itu tindakan garis keras pasti salah karena
    – tidak menghormati hukum negara yang berlaku
    – tidak menghormati hak manusia yang ada
    – egois yang tidak bertanggung jawab
    heheh masalah berebut umat -_- aku gak demen tuh ama makna itu hehehe aku lihat pendeta2 kristen juga -_- goblok tuh pendeta ngapain ngerebutin umat, kalo berebut menjalankan kebaikan itu baru top hehehe

Comments are closed.