Kenapa babi itu haram?

Banyak orang yg menjawab: “babi dilarang karena itu merupakan perintah Allah“.

Apakah perintah Allah tidak memerlukan alasan sebelum kita mematuhinya?.

Pembuat bom Bali (2x), dan pembajak pesawat terbang yg menabrakkan pesawat ke WTC dan membunuh ribuan orang, juga menggunakan alasan yg sama, karena itu semua perintah Allah. Bagaimana jika anda percaya “Allah” yg salah, bagaimana bila ternyata Hindu yg benar? (umat Hindu dilarang makan sapi karena mereka percaya bahwa sapi adalah hewan suci). Apakah anda masih akan makan sapi?.

Kita adalah masyarakat demokrasi di mana tiap aturan harus memiliki alasan yg kuat sebelum dipatuhi. Tiap aturan bisa kita pertanyakan/ diskusikan. Bila memang berguna maka ya kita patuhi, bila tidak berguna ya tidak perlu. Kita selalu mempertanyakan aturan2 pemerintah, kenapa tidak pernah mempertanyakan larangan makan Babi?.

17 comments on “Kenapa babi itu haram?

  1. wong2ateis says:

    Sobat, babi itu reinkarnasi cu pat kai. hehehe… adik kera sakti… murid… budha… mangkannya haram di makan…. hehehehe…..

  2. wong2ateis says:

    kunjungi blogg-ku

  3. lovepassword says:

    Kita selalu mempertanyakan aturan2 pemerintah, kenapa tidak pernah mempertanyakan larangan makan Babi?.

    Tanyanya sama siapa Bang? Sama Allah ?

  4. wong2ateis says:

    Bang eko, tentunya larangan makan babi itu di pertanyakan kembali kepada yang ada (kitap, dan pembuatnya Muhammad) bukan yang tiada (Allah). Karena konsep ketuhanan adanya pada kitap dan pembuatnya tersebut (Muhammad). Namun, karena Ia (Muhammad) telah meninggal, maka tentunya hal ini tidak perlu lagi di pertanyakan, melainkan di hilangkan. apa salahnya makan babi?

  5. yudi says:

    Babi ciptaan tuhan, manusia juga ciptaan tuhan, berarti kita sama ciptaaan tuhan, cuman keluarnya dari yoni yang berbeda

  6. lovepassword says:

    Ternyata aku gak sadar komentarku di sini juga ada yang membalas. Hik Hik. Halo Bos Adit pa kabar?

    Masalah makan babi dihilangkan ya itu kan suka-suka kamu dong. Lha yang namanya aturan itu kan berlaku internal. Kalo kamu atheis ya siapa yang melarang kamu makan babi ?

    Tapi kalo logika kamu karena Muhammad telah meninggal sehingga Muhammad tidak bisa memberikan penjelasan mengenai masalah ini – kemudian ini jadi alasan supaya ini diabaikan. Ya itu logika yang aneh dong.

    Kalo Soekarno meninggal lalu Pancasila diganti. Kalo anggota DPR satu RW meninggal berartu UUnya boleh diabaikan. Biarpun satu senayan meninggal semua juga UUnya tetap berlaku kan ??? Hik Hik.

    Mengaitkan babi dengan demokrasi itu agak ajaib, karena justru karena demokrasi itu maka masing2 kelompok berhak hidup dengan identitas masing2.

    SALAM

  7. Karl Karnadi says:

    Yang saya sampaikan adalah betapa anehnya ada suatu aturan (dilarang makan babi) yg jelas2 tidak ada gunanya, tetap diterapkan pada penganut islam, dan tidak ada seorangpun yg protes. Bayangkan kalau di alqur’an yg dilarang bukan babi, tapi ayam.

  8. lovepassword says:

    Masalah ada gunanya atau tidak ada gunanya itu bisa sangat debatable. Tetapi bahkan bila anda anggap tidak ada gunanya, anda juga harus melihat banyak fakta : Misalnya mengapa pakaian seragam sekolah X motifnya batik kawung. Nggak boleh pake jarik atau kebaya ke sekolah.

    Bukankah itu juga nggak ada gunanya? Apa dengan pake seragam tertentu murid jadi lebih pinter? Mengapa sepatu kamu merknya Nike ? Itu kan juga tidak ada gunanya. Intinya andaikata anda tidak sependapat dengan suatu aturan pun, anda bisa melihat bahwa yang namanya aturan adalah salah satu alat pemersatu kelompok, sekaligus sebagai identitas. Dan itu sah-sah saja sepanjang tidak merugikan pihak lain.

  9. Karl Karnadi says:

    Kita bisa protes thd penggunaan seragam sekolah motif tertentu dan penggunaan merk Nike. Makan babi/ tidak bukan masalah selera/ budaya saja, anak2 pd keluarga islam dari kecil sudah dilarang keras makan babi (dan yg lebih aneh lg dekat2 dgn anjing). Tidak ada dari muslim sendiri yg protes/ bisa protes mengenai hal itu.

    Btw kalau anda anggap debatable silahkan berikan alasan kenapa makan babi hrs dilarang.

  10. lovepassword says:

    Kita bisa protes tehd penggunaan seragam sekolah motif tertentu.

    Hik Hik, yang namanya kamu masuk sekolah ke sekolah itu ya kamu harus nurut dong dengan seragam yang dipake di sana, Hiks. Masak anda mau pake seragam yang beda sendiri sih. Masalah kamu mau protes dengan seragam anak kamu ya silahken saja.
    Tapi masalahnya adalah : Apakah mereka yang nggak protes itu aneh ?

    Inti logika anda kan seperti itu. Elo mau menganggap model batik warna coklat itu jelek juga boleh. tapi bila anda menganggap aneh semua siswa sekolah yang berseragam batik coklat hanya karena mereka nggak protes, ya yang aneh itu justru anda dong. Anda yang protes ya anda yang menjelaskan mengapa anda harus protes .

  11. Karl Karnadi says:

    Tujuan adanya seragam sekolah jelas, untuk conformity, terlihat semua anak setara.
    Kita melenceng dari topik yg ada. Pelarangan makan babi dan dekat2 anjing adalah larangan yg keras. Begitu kerasnya sampai disebut haram. Pertanyaannya haram itu apa? Berdosa? Anda sm sekali tidak penasaran kenapa makan sesuatu dibilang berdosa?

  12. lovepassword says:

    Kalo masalah tujuan ya salah satu alasannya seperti yang anda bilang : Yang namanya kelompok tentu ada conformity. Salah satunya yang menyangkut peraturan. Kalo masalah penasaran tentu saja itu sesuatu yang wajar2 saja. Lha kalo sekedar berusaha mencari tahu tentu saja itu juga sudah dilakukan oleh beberapa pihak. Tapi mengenai alasan sebenarnya ya sebenarnya nggak ada yang tahu. Ini kalo dari sisi agama lho ya.

    Misalnya saja ada yang ngomong kalo daging babi itu termasuk rawan parasit, penyakit cacingan. Apa nama ilmiahnya aku lupa. Ada lagi yang mengatakan kalo babi punya kemiripan genetik dengan manusia Lha mereka mengibaratkan kalo makan babi ibarat makan manusia. Sekali lagi saya rasa sah-sah saja ada logika seperti ini. Tapi kalo anda tanya alasan sesungguhnya ya nggak ada yang tahu. Ini sifatnya cuma dugaan dari sisi kelompok agama yang anda kritisi. Jadi anda juga boleh setuju boleh tidak.

    Yang saya permasalahkan itu sebenarnya bukan masalah anda pro dengan babi atau tidak. Tetapi karena anda mengaitkan dengan tidak adanya protes dengan demokrasi.
    Jadi esensi omongan saya sebenarnya itu.

    Kalo menurut saya ni bos, begini : Demokrasi itu kaitannya bukan pada adanya protes atau tidak. Tetapi kaitannya dengan ada ruang untuk berbeda pendapat atau tidak.

    Anda tahu bedanya kan. Yang saya anggap ajaib itu logika anda pada kalimat terakhir itu. Anda mengaitkan demokrasi dengan adanya pertanyaan. Yang bener sebenarnya secara konsep kalo menurutku bukan itu. Intinya bukan pada protesnya, tetapi pada ruang untuk berpendapat.

    Di negara yang anti demokrasi juga bukannya tidak ada protes, yang namanya protes pasti selalu ada kan. Cuma ruang untuk berbeda yang tidak diberikan.

    Lha kalo anda mengkritik masuk dari sisi itu. Ini masih lumayan masuk akal jika anda kaitkan dengan demokrasi.

    SALAM IYA

  13. Karl Karnadi says:

    Demokrasi = adanya ruang beda pendapat. Jadi ada ruang beda pendapat tidak, pada larangan babi & anjing tsb pada muslim?. Kalau ada tentu harusnya aturan tsb hanya berupa anjuran, tidak akan divonis haram. (meski anjuran tsb tetap membutuhkan alasan).

  14. lovepassword says:

    Yang saya maksud ada ruang berbeda pendapat itu kan kaitannya dengan hubungan masyarakat. Lha seperti yang anda bilang sisi comformity juga ada. Ketika aturan sudah ditetapkan maka tentunya aturan itu harus dilaksanakan. Misalnya saja anak anda dilarang pake perhiasan mahal di sekolah. Terus anda bilang sekolah itu memberikan alasannya. Secara praktis ya sekolah tidak memberi alasan, cuma anda merasa/bisa meraba apa alasan sekolah. Anda merasa nyaman karena merasa boleh protes meskipun anda sendiri belum pernah mencoba protes.

    Sekarang dalam kasus agama. Apakah tidak ada ruang untuk berbeda pendapat sebelum aturan ditetapkan ? Jawabannya kalo yang anda bicarakan babi, saya tidak tahu. tetapi kalo kita bicara lebih umum, secara teologis nabi2 masih boleh protes kepada Tuhan. Masih boleh tawar menawar. Lha kalo sekarang apa masih boleh protes. Pertayaan saya kemarin kan gini : Lha kalo mau protes dasarnya apa – terus kita harus protesnya sama siapa? ??

    Masalahnya nggak protes itu juga erat kaitannya dengan contoh saya di atas : Umat beragama merasa itu baik. Lha yang nggak merasa baik gimana? Ya silakan saja kalo mau protes.
    SALAM

  15. Karl Karnadi says:

    Umat beragama Islam (termasuk anda) merasa itu HARUS, bukan merasa itu BAIK. Kalau merasa itu baik, kita dari awal tidak akan berbelit2 dan lgs membahas nilai kegunaan saja. Dan lagi anda membenarkan pernyataan saya bahwa tidak ada ruang beda pendapat mengenai larangan makan babi. Problem solved.

  16. lovepassword says:

    Whaduh, saya ngomong apalagi ya? Problem sudah solved – ya sudahlah. Memang sejak awal problem ini nggak ada kok. SALAM

Comments are closed.