Blog ini adalah catatan dari berbagai tulisan saya pribadi, maupun terjemahan dari tulisan orang lain. Bila anda ingin mengontak saya sebagai penulis, anda bisa mencantumkan komen di bawah ini, jangan lupa berikan email anda.
Blog ini adalah catatan dari berbagai tulisan saya pribadi, maupun terjemahan dari tulisan orang lain. Bila anda ingin mengontak saya sebagai penulis, anda bisa mencantumkan komen di bawah ini, jangan lupa berikan email anda.
Oktober 18, 2008 pukul 2:29 pm
Nice blog, Karl.. Tapi kok jarang di update ya? Tulisan-tulisan kamu di milis bagus loh..
Februari 15, 2009 pukul 5:44 am
i’m new comer.. freedomthink dan pemikir bebas,,nama yang hampir sama..semoga bisa diskusi banyak..
April 2, 2009 pukul 4:50 am
Aku mencoba menjadi atheis. Aku menggunakan otak yang tak dapat kulihat tapi aku percaya bahwa aku punya otak. Aku punya mata yang menjadi standar ku untuk menganalisa. Tetapi aku tak pernah bisa melihat mataku. Aku lihat kaca dan percaya pada kaca bahwa aku punya mata. Aku ingin bebas namun diikat gravitasi yang aku percaya ada. I am trying to be an atheis…can you help me
April 2, 2009 pukul 11:34 am
@Gee: Help you? Baca saja blog ini, this blog helps.
April 9, 2009 pukul 6:28 am
Karl, apakah “tuhan” itu tidak ada atau sangat kecil kemungkinan “tuhan” itu ada? Dalam tuliasn Anda mengatakan demikian. Terus terang saya bingung. tuhan itu ada atau kecil kemungkinannya ada? thanks
April 9, 2009 pukul 12:11 pm
@Gee: Keberadaan Tuhan sama seperti keberadaan Zeus, Nyi Roro Kidul, Sinterklas, dan tokoh2 legenda lainnya. Kita tidak bisa buktikan keberadaan/ ketidakberadaannya, tetapi kita bisa hidup dgn asumsi bahwa dia tidak ada, sama seperti kita hidup dgn asumsi bahwa Sinterklas, Nyi Roro Kidul, dll tidak ada.
April 9, 2009 pukul 12:25 pm
Sebelum menggunakan istilah atheist atau ateisme baca dulu pengertiannya di http://id.wikipedia.org/wiki/Ateisme .
Anda juga harus mengerti bahwa kita tidak hanya ‘percaya’ saja keberadaan otak, mata, dan gravitasi, kita ‘tahu’ itu ada, itu semua hasil dari pengamatan dan penelitian sains dari ratusan tahun yg lalu. Sama seperti kita bukan hanya ‘percaya’ bahwa bumi itu bulat dan bukan datar, kita ‘tahu’ itu benar.
April 16, 2009 pukul 4:20 am
Thanks Karl 4 your explanation.